Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pakar Telematika Konyol, Ya cuma Roy Suryo, Ini 9 Buktinya!

Siapa sih yang tidak mengenal seorang Roy Suryo yang sangat dikenal sebagai pakar telematika paling keren se-Indonesia.
Kalau ada apa-apa soal teknologi, Roy Suryo selalu paling depan yang dimintai pendapatnya. Tapi siapa sangka kalau orang yang cukup pintar ini juga sering melakukan perbuatan atau tindakan yang bisa dibilang sebagai sesuatu hal yang “Konyol”.
Untuk membuktikannya, hatree.net sudah merangkum beberapa tindakan konyol yang pernah diperbuat oleh seorang Roy Suryo.
Ilustrasi - Roy Suryo penuh tingkah konyol juga loh ternyata.Sebelumnya, mungkin kita akan membahas sedikit tentang profil dari seorang Roy Suryo dulu yuk!
Roy Suryo lahir di Yogyakarta pada tanggal 18 Juli 1968 dari pasangan Prof. Dr. KPH Soejono PH, SpS., SpKJ (Alm.) dan Ray Soeratmiyati Notonegoro (Alm.). Pada tanggal 10 Desember 1994, Roy Suryo menikah dengan Ririen Suryo, SH, CN, MH. Atau lebih dikenal Ismarindayani Priyanti atau akrab disapa Ririen. Mereka bertemu saat keduanya masih kuliah di kampus yang sama, yaitu di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Saat itu Ririn kuliah di Fakultas Hukum sedangkan Roy Suryo kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi. Ririen berkarier di dunia perbankan, sampai menduduki jabatan Regional Wealth Manager Bank Mandiri Kantor Wilayah Jakarta Thamrin sebelum akhirnya mengundurkan diri untuk fokus mendampingi Roy Suryo menjalani tugas-nya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga
Roy Suryo menyelesaikan kuliah pada Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (1991-2001), kemudian mengajar di Jurusan Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia tahun 1994-2004. Ia juga pernah tercatat sebagai pengajar tamu di Program D-3 Komunikasi UGM, mengajar fotografi untuk beberapa semester namun tidak berstatus sebagai dosen tetap UGM
Sebenarnya sih kalau dilihat-lihat cukup membingungkan juga loh! Kok bisa seorang pakar telematikan berbuat tindakan konyol yang akan re-daksi sebutkan pada artikel ini.
Tapi inilah yang namanya kenyataan! Yuk simak ulasannya berikut ini!

1. TERTIPU SOAL PENJUALAN SEPEDA

Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menjadi korban penipuan melalui situs jual beli online OLX.or.id. Hal itu terjadi ketika Roy melakukan transaksi pembelian sebuah sepeda Fixie melalui iklan yang terpasang pada situs tersebut.
Mulanya, transaksi tersebut terjadi antara Roy dan seorang pelaku berinisial G (16) pada 20 Agustus 2014. Transaksi dilakukan melalui percakapan SMS yang dilanjutkan melalui BlackBerry Messenger (BBM) antara Roy dan pelaku.
Pelaku menawari beberapa model sepeda kepada Roy. “Tersangka kemudian kirim foto-foto sepeda,” kata Roy dalam percakapan via BBM kepada Kompas.com, Kamis (4/9/2014).
Setelah menerima beberapa foto, Roy berminat untuk membeli sebuah fixie berwarna pink hitam yang ditawari pelaku. Pelaku menyanggupi dan meminta Roy mengirim alamat lengkap dan nomor ponsel.
Sepeda yang dipesan Roy akan dikirim pelaku dari Subang, Jawa Barat. Harga sepeda yang dijual pelaku Rp 890.000 belum termasuk ongkos kirim. Pelaku menawari pilihan apakah pengiriman dilakukan melalui jasa kereta api atau kargo.
Roy memilih jasa kargo karena sepeda dijanjikan diantar ke alamat Roy, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
“Oke, jadinya saya pakai kargo saja ya, kebetulan besok agak repot kalau harus ambil di stasiun,” kata Roy kepada pelaku. Lalu, disepakati harga pembelian dan ongkos kirim sebesar Rp 1.000.000.
Pelaku meminta Roy untuk mentransfer uang tersebut melalui rekening Bank BCA atas nama Muhlisin. “Saya kemudian transfer Rp 1 juta melalui M-BCA. Saya juga kirim screenshot M-BCA- nya,” ujar pengamat telematika itu.
Setelah uang ditransfer, pelaku mengabari Roy bahwa sepeda yang diinginkan ternyata sudah habis. Pelaku beralasan, sepeda itu diborong pembeli dan meminta waktu dua hari untuk mendatangkan lagi.
Namun, setelah dua hari, alasan kembali diberikan pelaku. Pelaku menawari sepeda dengan warna lain. Akhirnya Roy menyetujui asalkan tidak berganti tipe.
“Makanya kemarin kalau memang stoknya tidak ada, seharusnya tidak kirim gambar dulu. Saya kan baru diberitahu sesudah transfer,” kata Roy kepada pelaku.
Roy lantas meminta pelaku mentransfer balik uang yang telah dikirimkannya. Ia merasa pembelian ini sudah tidak sesuai perjanjian semula. “Dari sini tersangka semakin jelas modus penipuannya,” ujar Roy.
Pelaku menolak mengembalikan uang dengan alasan bahwa jika sudah transfer, pembelian harus jadi. Apabila batal, maka uang akan hangus. Roy mengaku sudah mengingatkan pelaku untuk mengurungkan niatnya. Sebab, pelaku tak beriktikad baik dan tidak sesuai perjanjian.
Namun, pelaku tidak berhenti dan meminta uang tambahan Rp 500.000 untuk menyediakan model sepeda tersebut. Roy kemudian memberikan pilihan agar pelaku mengirim sepeda seperti yang diorder atau mentransfer balik uang.
Karena tak dikirimkan, akhirnya Roy melaporkan pelaku ke kepolisian. Roy mengklaim, pelaku tertangkap berkat metode CDRI yang ia terapkan dan informasikan ke polisi.
“Akhirnya bisa terlacak, juga rekening banknya sudah diblokir sebelumnya. Jadi seandainya dia tidak ‘ketemu saya’, mungkin masih beraksi hingga hari ini dan korbannya tambah,” ujar Roy. (Kompas)

2. SEBUT REKAMAN PERCAKAPAN REKAYASA

Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Alfitra Salam, dengan tegas membantah keterangan pakar telematika sekaligus mantan Menpora, Roy Suryo terkait dugaan rekayasa rekaman percakapan pengaturan skor. Dalam rekaman itu, seorang pelaku pengaturan skor berinisial BS menelepon mafia sepakbola luar negeri.
Roy Suryo mengungkapkan bahwa percakapan BS dilakukan di kantor Kemenpora dan sengaja dibuat-buat untuk kepentingan tertentu. Bahkan, Roy Suryo juga menyebut rekaman percakapan itu adalah rekayasa dari oknum yang ‘bermain’ di Kemenpora.
“Tidak benar sama sekali itu rekayasa. Itu benar terjadi di Kemenpora, saya melihat. Jadi bukan rekayasa,” kata Alfitra kepada Liputan6.com pada Kamis (2/7) sore WIB.
Rekaman percakapan yang disebut Roy Suryo rekayasa itu beredar di media massa pada pertengahan Juni 2015. Setelah mendapat laporan dari orang Kemenpora dan memeriksa hasil rekaman itu, Roy Suryo mengatakan ada dua kali rekaman antara BS dengan mafia sepakbola luar negeri. Yang pertama sebelum laga Timnas Indonesia U-23, yang kedua setelah pertandingan itu dan salah satunya terjadi di lantai tiga Kemenpora.
Alfitra mengaku pihak Kemenpora tak terima dengan adanya tuduhan rekayasa yang disebut oleh Roy Suryo. Sayangnya, Alfitra tidak menyebut bagaimana BS tiba-tiba bisa begitu saja dipercaya oleh pihak Kemenpora. Selain itu, apa jaminannya bahwa yang ditelepon BS adalah benar-benar seorang mafia sepakbola.
“Tuduhan itu sedang kami proses. Besok akan kami somasi Pak Roy Suryo atas nama Kemenpora. Seharusnya, Pak Roy bisa melaporkan ke polisi,” kata mantan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora itu lagi.
Alfitra tidak menyebutkan lebih lanjut, somasi Kemenpora akan disampaikan tertulis ke pihak tergugat dalam hal ini Roy Suryo, atau disampaikan terbuka dengan cara publikasi ke media massa. “Selama ini Kemenpora hanya dalam posisi mendengar pengaduan masyarakat, jadi itu tidak benar,” pungkasnya. (Liputan6)

3. LUPA BAYAR MAKAN

Menpora Roy Suryo meminta maaf secara terbuka terkait insiden ‘Rawon Setan’, Minggu 23 Maret 2014 lalu. Permintaan maaf ini disampaikan Roy Suryo melalui akun twitter miliknya, @KRMTroysuryo.
Bersamaan dengan permintaan maafnya, Roy Suryo juga menjelaskan jika lupa membayar makan siang di Rawon Setan Surabaya itu murni kesalahan protokol. Meski begitu, ia tetap mengaku bertanggung jawab sekaligus meminta maaf atas kejadian tersebut.
Sebelumnya, rombongan Kemenpora dilaporkan lupa membayar makan siang di Warung Rawon Setan, Jalan Embong Malang, tepatnya di seberang Hotel JW Marriot Surabaya. Menurut keterangan pelayan di Warung Rawon Setan, jumlah tagihan yang lupa dibayarkan mencapai Rp 872.500.
Namun menurut klarifikasi dari pihak Roy Suryo, kejadian ini murni hanya salah paham saja. Ada kesalahan komunikasi antara stafnya dan juga staf Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya yang mengajaknya makan siang di warung Rawon Setan.
Akibat kejadian ini, Roy di-bully di Twitter. (Merdeka)

4. NGUPIL SAAT RAPAT DI DPR

Peristiwa ini terjadi pada tahun 2010. Saat mengikuti Rapat Paripurna DPR yang membahas mengenai kasus Bank Century, secara tidak sengaja wajah Roy Suryo tersorot kamera televisi.
Sayangnya, bukan pas interupsi atau bicara lantang, tapi saat sedang tangannya mengorek hidungnya atau ngupil. Gambar ini kemudian di-capture dan langsung tersebar di media sosial seperti Facebook, Twitter, MMS, Blackberry Messenger, dan Group BBM.
Roy kemudian protes atas penyebaran gambar tersebut dan melihat pengambilan gambar dirinya saat ngupil merupakan pembunuhan karakter. Sebagai manusia biasa, tidak ada yang salah dengan tindakan Roy ngupil saat sidang. (Merdeka)

5. SALAH NAIK PESAWAT, DIUSIR!

Gara-gara salah jadwal, Roy Suryo salah naik pesawat Lion Air. Kejadian ini terjadi pada 2011 lalu.
Kejadian itu bermula ketika ia salah naik ke pesawat yang tidak sesuai dengan jadwal di tiketnya. Saat diminta turun oleh kru pesawat, Roy malah menolak.
Alhasil terjadilah perseteruan di dalam kabin pesawat. Tidak hanya kru, penumpang lainnya pun ikutan ‘mengusir’ Roy Suryo. (Merdeka)

6. NYANYI LAGU INDONESIA RAYA, SALAH LIRIK

Laga Persija menghadapi Persib Bandung yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (28/8/2013), terpaksa dihentikan karena bunyi petasan dari tribun stadion. Karena laga dihentikan, kemudian suporter di tribun barat mengamuk.
Untuk menenangkan suporter, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo sampai turun tangan. Roy kemudian mengambil microphone dan langsung menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sayangnya, Menpora malah lupa lirik lagu Indonesia Raya.
Seharusnya lirik lagunya adalah “Di sanalah Aku Berdiri”, tetapi Roy menyanyikan “Di Sanalah Tanah Airku”. Mungkin Roy salah karena memang suasana tegang karena pertemuan antara dua tim ini punya tradisi buruk soal bentrokan di luar lapangan.
Tidak hanya Roy, manajer Persib Bandung Umuh Muchtar ikut menenangkan massa. Beberapa personel kepolisian juga ikut menenangkan massa. Peristiwa ini pun lantas heboh di dunia maya. (Merdeka)

7. MENGHUJAT PARA BLOGGER

Di dunia maya, musuh Roy Suryo tidak sedikit, apalagi ketika dia menuduh para blogger adalah tukang tipu. Roy bahkan menuding bahwa defacing (mengubah halaman situs/website pihak lain) yang terjadi pada beberapa situs milik pemerintah dilakukan oleh para blogger dan hacker.
Beberapa situs, blog, didedikasikan untuk menghina Roy Suryo di dunia maya. Ketik saja nama Roy Suryo di mesin pencari, cari gambarnya, maka berbagai gambar hasil olokan yang menghina anggota DPR asal Yogyakarta itu akan muncul dan membuat kita tersenyum. (Merdeka)

8. TERTIPU AKUN PALSU ANAK JOKOWI

Beberapa hari lalu, tepatnya pada Jumat (1/4), akun Twitter mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Roy Suryo, diserbu oleh para pengguna akun Twitter lainnya. Pasalnya, ia menanggapi kicauan dari akun Twitter palsu anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Bagi kamu yang aktif di media sosial Twitter, mungkin nggak asing dengan keributan pada hari itu.
Awalnya yakni ketika akun palsu Gibran berkicau “Yang tanggal muda gajian silakan belanja-belanja, yang tidak gajian silakan nyinyiri pemerintah.” Lalu, secara sengaja Roy Suryo membalasnya “Tweeps, Twit ANAK yg TIDAK PUNYA NURANI. Yang “Tidak Gajian” itu JUTAAN RAKYAT Indonesia,” kata Roy Suryo disertai hastag #TanyaJokowi.
Sontak, netizen bereaksi keras. Mereka menganggap jika Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini nggak bisa membedakan mana akun asli dan akun palsu Twitter. Padahal, sebagai seorang pakar telematika yang aktif di media sosial ia seharusnya ia bisa mengetahui jika akun asli Gibran adalah @Chilli_Pari.
Berkenaan dengan ‘keramaian’ yang terjadi Jumat lalu, Bintang.com pun meminta klarifikasi dari Roy Suryo. Dihubungi oleh Bintang.com pada Senin (4/1), pria kelahiran Yogyakarta ini mengungkapkan jika ia sedang melakukan Test the Water, yakni memancing reaksi publik terhadap suatu isu.
“Kemarin itu Justru saya memang sedang Test the Water, mengecek apakah rekan-rekan di social media ini bisa detail membaca twit atau sekadar sepintas, atau malah hanya sekedar RT info-info yang tidak lengkap,” jelas Roy Suryo.
Menurut Roy Suryo, kesengajaannya dalam mengomentari dua akun Twitter (Gibran palsu dan Kaesang asli) merupakan bagian dari Test the Water-nya. “So, disitulah Test the Water-nya, ada twit ke ANAK (akun palsu) dan ANAK PRESIDEN (asli). Disinilah memerlukan kecermatan membaca dan kecerdasan berpikir,” sambung mantan menteri era SBY ini. “Ternyata sebagian Tweeps salah membaca dan terlalu cepat ambil Kesimpulan,” tandasnya.
Disinggung soal komentar netizen yang menganggap dirinya tak bisa membedakan akun palsu dan asli, menurutnya ia lebih banyak menerima respon positif. “Lebih banyak respon positif yang saya terima juga, kok. Namanya juga demokrasi,” tutup Roy Suryo. (Bintang)

9. TERTIPU LAGI GAMBAR FITNAH PALSU

Roy Suryo kembali jadi bulan-bulanan lagi entah untuk yang keberapa kalinya karena ulahnya sendiri yang blunder gara-gara Twitter. Sebelumnya Roy Suryo yang dibully gara-gara ketipu akun palsu, minta akun twitternya diverivied tapi cuma modal mention, ketipu ABG beli sepeda, beli rawon lupa gak bayar dan masih banyak lagi.
Dan kali ini kembali tertipu gara-gara ulahnya sendiri yang blunder. Kali ini lebih ngaco lagi, Roy Suryo lihat orang mabok tapi lapornya ke KPK. Melalui akun twitternya peristiwa dimulai ketika Roy Suryo mengomentari foto pertemuan Ahok dengan pendukungnya yang terdapat kaleng bir pada foto tersebut.
Entah foto itu editan atau bukan terus dapatnya dimana juga gak jelas tapi Roy Suryo yang suka komentar pada masalah-masalah yang gak penting jadi ikut mengomentari foto tersebut. Karena memang Roy Suryo suka membahas hal-hal yang gak penting. (Selengkapnya tentang “Tertipu Foto Editan Fitnah Ahok, Roy Suryo permalukan dirinya sendiri lagi”)

Post a Comment for "Pakar Telematika Konyol, Ya cuma Roy Suryo, Ini 9 Buktinya!"